Climate Changes

The Dangerous Climate Change

Sebelumnya perlu di ingatkan dulu, kenapa sugu Bumi kian menghangat. Gas rumah kaca (greenhouse glasses) adalah penyebab utamanya. 40% dari gas ini adalah hasil pembakaran minyak bumi sebagai sumber utama energy kita. Di samping itu ada gas hasil pembuangan Freon, hasil pembakaran batu bara, dll.

Gas ini jumlahnya kian menumpuk di lapisan atmosfer, sehingga menghalangi sinar matahari yang seharusnya setelah diserap Bumi, dipantulkan lagi ke luar angkasa. Sinar matahari yang nggak bisa keluar itulah yang menyebabkan suhu Bumi memanas.

Dan ternyata, segala sesuatu yang menyangkut system kehidupan di Bumi ini mempunyai keseimbangan. Maka ketika tercata suhu bumi telah naik 0.8 derajat Celcius sejak revolusi industry, udah banyak es di kutub yang mencair dan udah banyak ekosistem yang rusak karenanya. Beberapa hal yang dapat terjadi akibat dari perubahan suhu bumi diantaranya adalah

1.       Badai Tropis

Umumnya, badai tropis terbentuk dari hujan badai yang berasal dari awan kumulonimbus dibantu oleh keadaan laut dan atmosfer. Bantuan dari laut adalah temperature permukaan yang tinggi, yaitu harus lebih besar atau sama dengan 26,5 derajat Celcius. Di sini, air laut bertindak sebagai sumber panas dan uap air. Itu sebabnya badai tropis akan segera melemah bila ia melintasi daratan atau lautan yang dingin. Sedangkan bantuan dari atmosfer adalah berupa kondisi troposfer yang kelembabannya tinggi.

Sudah banyajk korban jiwa akibat dari badai tropis ini. Salah satu yang paling besar adalah Huricane Mitch yang menelan korban lebih dari 12.000 jiwa di Amerika Tengah pada tahun 1998. Awal Febuari 2003 lalu secara nggak langsung, Jakarta terkena efek badai tropis Fiona yang bergerak menjauhi ekuator di perairan pantai barat laut Australia.

2.       Kekeringan

Perubahan iklim dapat menyebabkan musim kemarau berkepanjangan. Kalau kekeringan sampai terjadi, jutaan orang terancam kelaparan. Jika pengrusakan nggak dihentikan atau dikurangi, pada tahun 2030 akan terjadi perubahan iklim global dengan suhu bumi naik 1 derajat Celcius. Ini artinya naik intensitas kekeringan, badai tropis, dan angin topan.

Kondisi tersebut akan mengurangi air tanah maupun air sungai sehingga berdampak negative pada irigasi. Irigasi buruk, mempengaruhi lahan pertanian. Petani akan banyak yang gagal panen, sehingga pasokan makanan menjadi langka. Hewan ternak pun otomatis menjadi langka.

3.       Es mencair

Es kutub akan mencair dengan kecepatan yang mengerikan, melelehnya daratan es di Greenland dan lepasnya gunung es dari gletser udah menymbang sekitar 7 % kenaikan permukaan laut dalam setahun ini. Sebuah lempengan es besar di bagian timur Antartica yang bernama Larsen B, meleleh begitu cepat dalam waktu 3 bulan. Hasilnya, 3 hektar area dari es setebal 200 meter dengan total berat 720 miliar ton itu berenang-renang dan mencair di lautan.

Bercampurnya es dari kutub denga air laut yang asin bukan Cuma akan menenggelamkan pulau-pulau dan daratan rendah, tapi juga akan merusak ekosistem laut.

4.       Extinction

Spesies tanaman dan hewan akan semakin langka dan bisa punah akibat sulit beradaptasi dengan perubahan iklim yang drastic. Bahaya ini mengancam flora, fauna, terumbu karang, hutan-hutan, padang rumput, wilayah kutub dan pegunungan. Mungkin berlum terpikir bahaya apa yang mungkin terjadi jika ekosistem rusak, akan tetapi pengaruhnya akan sangat buruk bagi semua penghuni bumi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s